|     N e w s     |     The Batik     |     F A Q     |
Teras Toko online
  Cari Batik      
  Masukkan Kode Batik :
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Testimoni
9 comments terbaru


Nama :
Email :
Comments :
5 digit nomor di atas :



parasantique pbi batik fiesta Arsip Berita





















































PBI berubah menjadi Batik Fiesta


Perubahan nama dari Pekan Batik Internasional (PBI) menjadi Batik Fiesta, membuat sebagian pelaku batik menilai Pemkot tidak memiliki komitmen, dan terkesan tidak siap dengan kegiatan yang dilaksanakan.

"Sepertinya Pemkot tidak konsisten dalam menyelenggarakan PBI. Harusnya sebuah brand PBI terus dipertahankan. Jangan berubah-ubah," kritik salah satu pengrajin batik Pekalongan.

Ketidak konsistenan Pemkot tersebut, membuat tidak semangatnya masyarakat Kota Pekalongan dalam menyambut kegiatan itu. "Dengarkan saja pembicaraan dikampung. Kesannya masyarakat cuek atas kegiatan Batik Fiesta,".

Selain cuek, masyarakat juga merasa sangat menyesal, karena image PBI sudah dikenal oleh sebagian pecinta batik di negeri ini, bahkan juga pecinta batik yang berasal dari luar negeri. Membangun image tidaklah mudah, sehingga image yang sudah terbentuk akan sangat sia-sia jika harus diubahnya.

PBI yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali (setiap tahun ganjil) memang sangat dinanti oleh seluruh masyarakat di Pekalongan. Jadi event PBI ini benar-benar menjadi andalan masyarakat Pekalongan, karena dapat meningkatkan pendapatan dari para pengrajin batik.

Seharusnya tidak perlu mengganti nama, tetapi bisa memanfaatkan kekosongan event batik pada tahun genap. Memang ini merupakan suatu pilihan berat bagi pemkot Pekalongan, antara kepentingan masyarakatnya yang notabene sebagian besar adalah pengrajin batik atau kedatangan tamu negara.

Belum diketahui secara pasti alasan mengenai perubahan nama ini dan siapa yang mencetuskan nama Batik Fiesta ini.



Mungkin suara-suara di masyarakat itu didengar walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad. Karenanya pada rapat koordinasi dengan seluruh SKPD dan pihak terkait yang membahas Batik Fiesta di oproom BappedaSekda Pekalongan, Jumat (16/9) pagi, orang nomor satu itu meminta kepada peserta rapat tidak meremehkannya.

"Jangan sampai meremehkan acara ini (Batik Fiesta). Karena akan datang ibu negara dengan sistem pengamanan setara dengan RI III. Oleh karenanya kita harus memberikan yang terbaik bagi seluruh tamu undangan. Jangan hitung-hitungan dalam memberikan hidangan, siapkan hidangan yang terbaik," pinta Walikota.

Walikota menyebut, kedatangan tamu rombongan akan lebih meningkat daripada prediksi terakhir. Ia berharap seluruh rangkaian acara yang dijadwalkan dan berbagai pihak terkait yang berhubungan seperti pihak PT KAI dan Bidang Lalu Lintas Dishubkominfoparbud lain sebagainya diwajibkan mempersiapan semaksimal mungkin.

"Jumlah rombongan menjadi sekitar 400 orang, dan yang dijadwalkan semula mengunjungi Batik Pesindon dan Batik Kauman sekarang berubah menjadi Batik Pesindon saja. Khusus PT KAI, ibu negara berpesan, agar adanya kunjungan beliau jangan sampai menggangu jadwal perjalanan KA yang lain. Sehingga masyarakat pengguna jasa KA tidak terganggu," tandas walikota.

Sementara itu, saat memimpin rapat koordinasi tersebut Sekda Kota Pekalongan, Dwi Arie Putranto berpesan agar adanya berbagai perubahan, para SKPD dan pihak terkait serta masyarakat harap memakluminya. "Seperti tidak dikunjunginya kampung batik Kauman, maka harap maklum. Semua itu berdasarkan pertimbangan protokoler sehingga rombongan tidak boleh dipesah menjadi dua. Ini juga menjadi pertimbangan keamanan. Adanya perubahan ini sebaiknya diambil hikmahnya," ucapnya.

Seperti diketahui, istilah Pekan Batik Internasional (PBI) yang dicanangkan walikota beberapa saat yang lalu, sekarang ini diganti menjadi Batik Fiesta. Tidak hanya itu, terdapat perubahan jadwal kunjungan ibu negara yang semula dijadwalkan tanggal 2 Oktober bergeser menjadi tanggal 3 Oktober 2011.

Pemberlakuan tersebut dikarenakan bertepatan dengan adanya kegiatan serupa yakni Batik Summit yang berlangsung di Jakarta yang diadakan sejak tanggal 28 Oktober sampai 2 Oktober.

(disadur dari radar pekalongan)



1 comments
bonek
Kampung batik...istilah keren...padahal tempat berkumpulnya pengrajin batik bukan hanya sindon dan kauman...maka berbahagialah yang dijadikan kampung batik...sekarang tinggal bagaimana masyarakat itu mensikapinya...jangan terkesan bahwa kampung batik adalah milik segelintir orang atau pengusaha...PRnya adalah bagaimana mengembangkan potensi yang ada menjadi magnet roda perekonomian bagi masyarakat sekitarnya...sukses selalu pengrajin batik
Nama
Email
Comment
Kode captcha
 
 
 
Supported by
 

Copy Right : BATIK PARASANTIQUE PEKALONGAN © 2013
Jl. Molek Baru no. 9
Villa Binagriya Pekalongan
HP: 0811520811
PIN: 286B7E9A atau 5E99464D
email: parasantique@gmail.com

rss feed rss feed rss feed         rss feed

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

My Zimbio
Check PageRank


2017-12-13 13:58:00 freewebsubmission Markup Validator Parasantique Wikimapia Direktori Web Online - Kirim Submit Url Parasantique on IndonesiaYP