|     N e w s     |     The Batik     |     F A Q     |
Teras Toko online
  Cari Batik      
  Masukkan Kode Batik :
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Testimoni
9 comments terbaru


Nama :
Email :
Comments :
5 digit nomor di atas :



Arsip Berita





















































Perajin Batik "Cenat-Cenut", Harga Kain Mori Selangit



Perajin batik Kota Pekalongan "cenat-cenut" menghadapi harga bahan baku untuk produk mereka yakni mori dan gondorukem yang selangit selama beberapa bulan terakhir. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Pemkot Pekalongan, Gunindyo, di Pekalongan, Minggu, mengatakan usaha mereka bisa ambruk bila persoalan kenaikan harga bahan baku itu tidak segera teratasi.

Ia menyebut kenaikan harga mori untuk produksi batik mereka cukup signifikan selama beberapa bulan terakhir. "Karena itu, untuk menghindari tutupnya usaha kerajinan batik ini, kami telah meminta Kementerian Perdagangan mengambil kebijakan yang bisa meringankan beban mereka dengan menurunkan harga bahan baku batik murah" katanya. Harga kain mori atau kain putih prima semula sekitar Rp 8.000 per meter tetapi saat ini naik mencapai Rp 9.500 per meter, sedangkan gondorukem yang semula sekitar Rp 18 ribu per kilogram naik menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

Pemkot Pekalongan hingga saat ini masih menunggu tanggapan dari Kementerian Perdagangan. Ia mengharapkan, pemerintah pusat bisa membantu perajin batik untuk merealisasikan harga bahan baku batik lebih murah lagi. "Kerajinan batik merupakan warisa budaya luhur bangsa dan bisa mengangkat harkat batik di dunia sehingga kami berharap Kementerian Perdagangan ikut membantu kesulitan perajin" katanya.

Staf Bidang Operasional dan Perencanaan Disperindagkop Pemkot Pekalongan, Fery Yulianto, mengatakan, harga gondorukem kualitas baik yang mencapai sekitar Rp 25 ribu per kilogram mengakibatkan para perajin memilih gondorukem kualitas tiga yang seharga tujuh ribu per kilogram. "Harga gondorukem hitam atau kualitas tiga cukup membantu perajin batik bisa tetap berproduksi. Hanya saja gondorukem itu juga masih langka di pasaran sehingga kami meminta Perum Perhutani Unit I Jateng mampu mengusahakan kebutuhan perajin batik," katanya.

Ia mengatakan, permintaan gondorukem di Kota Pekalongan mencapai sekitar 20 ton per bulan sedangkan produksi bahan baku untuk proses pembuatan batik itu dari Perum Perum Perhutani Unit I Jateng sekitar delapan ton per hari. "Kondisi ini mengakibatkan perajin batik kesulitan mendapatkan gondorukem. Namun untuk mengatasi masalah itu, Pemkot Pekalongan masih terus mengupayakan permintaan bantuan dari Kementerian Perdagangan" katanya.

sumber: perindagkop.pekalongankota.go.id



2 comments
erwin
saya ingin baju cap api dan cap sebelah celana nya cap biru
Admin
@erwin: bisa diperjelas pesanannya seperti apa ?
kalau sudah punya desain batik sendiri, bisa langsung diemail ke parasantique@gmail.com
Nama
Email
Comment
Kode captcha
 
 
 
Supported by
 

Copy Right : BATIK PARASANTIQUE PEKALONGAN © 2013
Jl. Molek Baru no. 9
Villa Binagriya Pekalongan
HP: 0811520811
PIN: 286B7E9A atau 5E99464D
email: parasantique@gmail.com

rss feed rss feed rss feed         rss feed

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

My Zimbio

Check PageRank


2017-08-21 17:08:15 freewebsubmission Markup Validator Parasantique Wikimapia Direktori Web Online - Kirim Submit Url Parasantique on IndonesiaYP