|     N e w s     |     The Batik     |     F A Q     |
Teras Toko online
  Cari Batik      
  Masukkan Kode Batik :
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Testimoni
9 comments terbaru


Nama :
Email :
Comments :
5 digit nomor di atas :



Arsip Batik





















































Sisi Lain Sejarah Batik


Batik merupakan budaya seni warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Seni batik mempuyai nilai seni yang tinggi, karena merupakan perpaduan antara seni dan teknologi. Batik memang sangat menarik perhatian para penggemarnya bukan semata-mata karena hasilnya, tetapi juga karena proses pembuatannya. Inilah yang kemudian membuat batik diakui dunia sebagai sebuah karya seni budaya.

Batik berasal dari kata baris dan titik yang berarti bahwa seorang seniman yang sedang membuat batik adalah dengan menorehkan cairan lilin malam di atas kain mori dalam bentuk titik dan barisan titik. Awalnya motif batik adalah abstrak yang hanya berwujud titik-titik dan barisan titik (garis). Titik-titik tersebut ditorehkan di atas kain mori dengan menggunakan canting. Canting ada berbagai macam ukuran dan kegunaannya. Canting dengan ukuran kecil biasanya digunakan untuk motif-motif detail, sedangkan canting dengan ukuran besar biasanya digunakan untuk motif blok. Seni membatik tak jauh berbeda dengan seni melukis. Dimana dalam seni lukis ada beberapa jenis kuas yang biasa digunakan oleh sang pelukis, ada yang besar ada pula yang kecil.

Seni batik berawal dari kehidupan putri kerajaan yang mengisi waktu luangnya dengan menuangkan perasaan hatinya kala itu, ke dalam goresan canting di atas mori. Saat para putri melihat pangeran yang gagah berani nan berwibawa dengan ksatria, sehingga terciptalah motif parang barong. Saat para putri merasa jatuh cinta pada sang pangeran, merekapun menuangkan perasaan isi hati mereka yang sedang jatuh cinta ke dalam batik dan terciptalah motif sida asih. Saat mereka membayangkan masa depan, mereka juga menuangkan harapan mereka ke dalam batik yang dikenal sebagai motif sido mukti.

Pada jaman dahulu kerajaan Majapahit selain mengembangkan juga mengembangkan batik. Ketika Majapahit mulai memperluas kekuasaannya hingga ke berbagai wilayah di Nusantara, budaya batik pun ikut menyebar. Tulung Agung adalah salah satu daerah yang berhasil ditundukkan oleh Majapahit. Beberapa pasukan Majapahit yang tinggal di sana, mulai mengembangkan batik dan terjadi perubahan motif pula dengan ciri khas batik Kalangbret. Batik Kalangbret hampir sama dengan batik Yogyakarta, yaitu warna dasarnya putih dan warna corak motifnya coklat muda dan biru tua.

Pada jaman perkembangan Islam di pulau Jawa, batik juga berkembang, salah satunya di Ponorogo. Kyai Hasan Basri adalah salah seorang pimpinan pondok pesantren di Tegalsari Ponorogo yang juga merupakan menantu dari raja Kraton Solo. Dari sinilah seni batik berkembang dari kraton menuju pesantren dan Ponorogo. Daerah perbatikan ulama yang bisa dilihat sekarang ini adalah daerah Kauman, desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Pada saat itu zat pewarna yang dipakai untuk membuat batik adalah zat pewarna alam yang diambil dari pohon tomat, mengkudu, kayu tinggi. Sedangkan bahan mori putihnya juga memakai buatan sendiri dari bahan tenunan gendong.



1 comments
Risa
Hai2, bagi kalian pecinta BATIK~

Akan ada BATIK CLASS dimana kita bisa belajar bagaimana membuat BATIK TULIS lho..
Disini kita tidak memakai motif yang tradisional, jadi siapa bilang anak muda ngak gaul kalau pakai BATIK....
So, bagi kalian yang memang tertarik akan BATIK, ingin mengenal BATIK lebih jauh atau bahkan mengaku sebagai pecinta BATIK, jangan lewatkan BATIK CLASS nya!!

Kurikulumnya ada apa aja?? (4 sesi)
* Pengenalan dasar proses pembuatan BATIK
* Sejarah singkat BATIK
* Praktek pewarnaan BATIK
* Praktek pembuatan pewarna alami BATIK

Siapa Trainer nya?
Hamim.M - Batik Intructor & Design

Kapan??
Setiap Selasa pk. 07.00-10.00 (25 Mei, 1 Juni, 8 Juni, 15 Juni 2010)
@ Hall Kampus Kijang, BINUS UNIVERSITY
atau
Setiap Sabtu pk. 15.30-18.00 (29 Mei, 5 Juni, 12 Juni, 19 Juni 2010)
@ Lobby Utama Kampus JWC, BINUS UNIVERSITY

Untuk 4x workshop berapa sih biaya kontribusinya??
IDR 150.000,- (mahasiswa)
IDR 300.000,- (publik)
(sudah termasuk sertifikat)


Dan jangan lewatkan juga DEMO pada:
11 Mei & 14 Mei 2010 pk. 11.00-15.00
@ Lobby Belakang Kampus Anggrek lantai 1 (di atas mushola)
dan
12 Mei 2010 pk. 11.30-13.00
@ Lobby Utama Kampus JWC

Teman-teman juga bisa mendaftar di stand kami di foodcourt Kampus Anggrek

Informasi dan Registrasi:
BINUS Entrepreneurship Center (BEC)
Kampus Syahdan Lt.1 (sebelah ATM)
Tel: (+6221) 534 5830 Ext. 2101/2102
Email: cfe@binus.edu
Nama
Email
Comment
Kode captcha
 
 
 
Supported by
 

Copy Right : BATIK PARASANTIQUE PEKALONGAN © 2013
Jl. Molek Baru no. 9
Villa Binagriya Pekalongan
Phone: 0285-410345
HP: 02857905080
PIN: 286B7E9A
email: parasantique@gmail.com

rss feed rss feed rss feed

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

My Zimbio parasantique.com SEO Score
Check PageRank


2014-04-21 21:39:53 freewebsubmission Markup Validator Parasantique Wikimapia Direktori Web Online - Kirim Submit Url Parasantique on IndonesiaYP